Berubah tapi Pelan

CHINA – YANG Guang, penyuluh kesehatan seksual di Sekolah Kebudayaan dan Penduduk Distrik Shinjingshan, berbicara kepada Yu Fei dari China Features, mengenai pekerjaan sulitnya berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi bagi para supir taksi di Beijing.

Apa yang Anda lakukan dalam program ini untuk mempromosikan kesehatan seksual dan reproduksi kepada para pria supir taksi?

Saya membuat sejumlah kelas pelatihan bagi para pria supir taksi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, membahas kondisi kesehatan mereka, masalah utama yang disebabkan pekerjaan mereka dan kebutuhan medis mereka. Saya juga menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Masalah seperti apa yang Anda temukan? Dan bantuan apa yang Anda berikan untuk mereka?

Berjam-jam berkendara akan menyebabkan penat, radang prostat, dan radang tulang leher. Dan mereka menghabiskan banyak waktu bekerja di luar, dengan sedikit waktu bersama keluarga  yang kurang bagus bagi keseimbangan dan keharmonisan keluarga.

Apa yang kami lakukan adalah membangun gaya hidup lebih baik. Sebagai contoh, beberapa supir kurang minum air saat bekerja karena tak nyaman bagi mereka untuk mencari toilet. Saya katakan kepada mereka bahwa itu buruk bagi kesehatan jika mereka menahan buang air. Saya ajarkan mereka beberapa latihan yang bisa mereka lakukan sewaktu tak ada penumpang.

Bagi supir yang menghabiskan banyak waktu jauh dari istri mereka, saya ajarkan bagaimana melindungi diri jika mereka berhubungan seks di luar nikah, dan gunakan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Jika mereka sakit, mereka harus pergi ke rumahsakit.

Apa lagi yang hendak Anda katakan kepada para supir taksi melalui program ini?

Di dalam kelas, saya biasanya memulai dengan pertanyaan: “tanggungjawab apa yang seharusnya pria emban dalam keluarga?” Sebagian besar menjawab, “Mencari uang.” Saya katakan kepada mereka bahwa ada banyak tanggungjawab yang harus mereka ambil, seperti nilai pernikahan, menghindari hubungan di luar nikah, pendidikan anak-anak, serta menjaga kesehatan seksual dan reproduksi mereka.

Kapan Anda memulai karier sebagai instruktur kesehatan seksual? Anda menyukai pekerjaan ini?

Saya mulai terlibat dalam pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi pada 2003. Saya biasanya memberi ceramah kepada remaja untuk melewati masa pubertas, mahasiswa, pekerja pabrik, masyarakat umum, dan pekerja migran. Saya sangat mencintai pekerjaan ini karena saya dapat membantu orang-orang meraih kehidupan yang sehat.

Ada kesulitan khusus dalam pekerjaan Anda?

Awalnya saya merasa sangat susah berbicara mengenai masalah ini secara terbuka di China. Ketika seorang anak bertanya kepada saya tentang hubungan seks, saya sungkan membicarakannya. Perlahan saya menemukan cara pengajaran yang santai dan interaktif. Audiens awalnya menundukkan kepala, atau saling menertawakan, kemudian perlahan mereka menjadi serius sejalan proses pembelajaran. Saya mencoba mengajarkan arti tanggungjawab dalam kelas saya.

Apa tantangan terbesar dalam pekerjaan Anda?

Perbedaan dalam konsep. Saya teringat sebuah kelas untuk orangtua dari para remaja. Saya bicara kepada para orangtua bahwa mereka tak seharusnya membenamkan cinta monyet anak-anak mereka, yang sangat normal. Seorang ayah menyebut saya penghasut. Ada konflik di antara konsep kami. Saya bicara kepada anak-anak muda maupun dewasa untuk menggunakan kondom demi menjaga kesehatan mereka, bukan berarti saya menghasut mereka untuk melakukan seks bebas.

Beberapa rencana awal proyek CFPA tak bisa dijalankan. Mengapa begitu sulit mempromosikan kesehatan seksual dan reproduksi di China?

Beberapa konsep tradisional China bahwa seks sesuatu yang kotor, buruk, dan tak dapat dibicarakan secara terbuka masih mempengaruhi pikiran masyarakat hingga saat ini. Saya kira jika kita ingin mempromosikan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi di perusahaan, kita harus membuat pemimpin perusahaan itu untuk membebaskan diri dari ide-ide lama dulu. Jika kita ingin menyelenggarakan pendidikan tersebut di sekolah, kita harus memastikan kepala sekolah dan guru menerima konsep kami dulu. Masih butuh waktu panjang untuk mengubah keadaan ini.

Anda merasa ada perubahan sikap masyarakat mengenai seks sejak Anda memulai karier di bidang ini?

Ya, sikap masyarakat China mengenai seks sudah berubah. Delapan tahun lalu sulit bagi saya berbicara dengan audiens saya. Mereka tak suka bicara dengan saya tentang seks. Namun sekarang, audiens saya mengajukan banyak pertanyaan dan mendiskusikan isu-isu ini dengan saya. Ini kemajuan besar. Makin banyak orang sadar pentingnya pendidikan seks, umumnya di sekolah mengenah atas. Dan beberapa sekolah dasar juga mencoba memberikan pendidikan seks kepada anak-anak pada usia dini.

Dan sikap kaum pria China mengenai kesehatan seksual dan reproduksi?

Saya rasa kaum pria China, jauh di lubuk hatinya, menghargai kesehatan seksual mereka. Tapi angka statistik menunjukkan kualitas kehidupan seksual di antara suami dan istri tak menggembirakan. Di dalam kelas, saya dapat merasakan para pria serius mendengarkan pelajaran saya tentang peningkatan kesehatan seksual, yang berarti mereka menaruh perhatian untuk meningkatkan kehidupan keluarga mereka.*

*Artikel ini bagian dari kerjasama dengan IPS Asia-Pacific.

Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini diterbitkan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pacific

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s