Laporkan Kejahatan via Daring

Oleh José Domingo Guariglia*

NEW YORK (IPS) – “SAYA sedang jalan kaki di trotoar, bicara lewat ponsel, saat seorang pria di atas sepedamotor datang dan merebut ponsel dari tangan saya. Saya lari mengejarnya tapi tak bisa menangkapnya. Kemungkinan dia sebelumnya mengikuti saya.”

Pesan ini, dari korban penjabretan ponsel di kota Brazil selatan, São Paulo, diunggah dalam WikiCrimes, sebuah situs tempat warga kota yang kehilangan kepercayaan terhadap efektivitas kinerja polisi dapat melaporkan kejahatan secara langsung.

WikiCrimes di Brazil, dan inisiatif serupa di Venezuela, Panama, Mexico, Argentina, dan Chile, menyediakan peta interaktif di mana orang dengan nama anonim bisa melaporkan kejahatan, menjelaskan apa yang terjadi dan tempat kejadian. Dengan cara ini, peta kejahatan mengidentifikasi zona-zona berbahaya –tempat kejahatan– dalam sebuah wilayah dengan tingkat kejahatan tinggi guna meningkatkan kesadaran, kesiagaan, dan keselamatan warga.

Menurut sebuah laporan tentang Keamanan Warga Kota dan Hak Asasi Manusia, ditulis oleh Komisi Inter-Amerika urusan HAM, pada awal 2010 Amerika Latin merupakan benua dengan angka pembunuhan tertinggi di dunia, 25,6 per 100.000 jiwa. Pemuda berusia 15-19 tahun merupakan korban terbanyak, dengan angka rerata pembunuhan 68,9 per 100.000 orang.

Peta kejahatan berusaha melengkapi kekurangan laporan kejahatan resmi di kantor-kantor polisi, dan menjadi pemandu bagi implementasi kebijakan untuk memerangi kejahatan, ujar Vasco Furtado, ahli sistem informatika yang menciptakan WikiCrimes, kepada IPS.

“Saat ini sangat umum mendengar seseorang dirampok tapi tak melapor karena sangsi polisi langsung merespon. Survei korban kejahatan di kota-kota Brazil menunjukkan rendahnya pelaporan di daerah padat penduduk hingga 60 persen untuk bermacam kejahatan,” ujarnya.

WikiCrimes menerima laporan kejahatan dari seluruh dunia meski kebanyakan berasal dari Brazil.

Di Venezuela, peta data kejahatan dapat diakses di situs VicTEAMS dan QuieroPaz.

VicTEAMS dibuat pada 2009 sebagai reaksi terhadap ribuan perampokan, penculikan, dan pembunuhan yang terjadi di Venezuela, dan terutama di ibukota Caracas, kota berbahaya kedua di Amerika Latin setelah Ciudad Juárez, Mexico, menurut studi Mexican Citizens’ Council for Public Security and Criminal Justice (CCSP-JP).

Peta Kejahatan Mexico City dengan sistem daring (dalam jaringan) diciptakan suratkabar El Universal, dan “peta ketidakamanan” provinsi Buenos Aires didanai pengusaha Argentina dan anggota parlemen kanan-tengah Francisco de Narváez.

Situs peta kejahatan juga dibuat di Chile dan Panama. Peta kejahatan penduduk Chile dibedakan antara laporan kejahatan resmi dan laporan daring dari warga kota, dan Mi Panamá Transparente (Transparan Panamaku) dibuat oleh sekelompok jurnalis dan organisasi nonpemerintah (LSM), dengan fokus cakupan meliputi penipuan dan korupsi.

Masalah kejahatan di Venezuela diperparah kurangnya data resmi, ujar Ángel Méndez, konsultan Tendencias Digitales, sebuah perusahaan riset pasar dalam ranah teknologi informasi.

“Venezuela salah satu negara paling kejam di Amerika Latin, dan malangnya tak ada data resmi guna memantau kejahatan. Jumlah jasad dari kamar mayat muncul di media setiap hari Senin, tapi tak tersedia basisdata kejahatan,” kata Méndez kepada IPS.

Warga kota sebagai agen perubahan

Menurut VicTEAMS, peta daring adalah alat bermanfaat guna mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), sejumlah target yang diadopsi pada 2000 oleh komunitas internasional untuk mengurangi secara drastis kemiskinan, kelaparan, ketidaksetaraan, penyakit, kematian, dan degredasi lingkungan di seluruh dunia pada 2015.

Tim yang bertanggung jawab menciptakan situs itu menghadiri lokakarya internasional “Keterlibatan Warga Kota dalam Manajemen Pembangunan dan Pemerintahan Publik demi Pencapaian MDGs”, yang dihelat Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB serta pemerintah dari wilayah berbahasa Spanyol di Catalonia, ibukota Barcelona, Juni 2010.

Pertemuan menghasilkan Deklarasi Barcelona mengenai “Peran Penting Pelayanan Publik dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Milenium”, menyatakan “keterlibatan warga kota harus diperhitungkan untuk mempercepat kemajuan demi mencapai MDGs,” dan pemerintah perlu bekerja beririsan dengan warga kota untuk mengatasi masalah-masalah sosial secara proaktif.

Akses internet yang luas di negara-negara Amerika Latin menjadi bagian penting dalam pertumbuhan layanan daring seperti peta kejahatan. Pemerintah dan LSM di negara ini mempromosikan akses bebas atau biaya rendah untuk teknologi informasi dan komunikasi bagi penduduk yang berpendapatan minim.

Program pemerintah Brazil tentang Komputer untuk Inklusi dan Venezuela yang mengenalkan Infosenter dengan menyediakan akses dan kursus literasi komputer adalah contoh insiatif semacam itu.

Peta kejahatan dan masalah akurasi data

Kemampuan interaktif peta kejahatan dan layanan daring lain dapat menghambat efektivitas karena laporan kejahatan tak lengkap dan tak akurat.

“Di WikiCrimes, kami prihatin dengan laporan palsu. Ini tergantung pada para pengguna untuk memberikan sistem dengan informasi yang meningkatkan kredibilitasnya. Tautan dapat ditambahkan video, suratkabar, foto, atau dokumen lain yang mendukung kredibilitas informasi,” kata Furtado, pencipta WikiCrimes.

Dalam peta kejahatan interaktif, peristiwa yang dilaporkan bergantung niat baik warga kota, tapi kerjasama dengan badan-badan pemerintah dapat menentukan.

“Otoritas tak melihat WikiCrimes sebagai sekutu, karena menantang status-quo. Pemerintah takut mendapat tekanan dari masyarakat,” kata Furtado.

Akademisi seperti Iria Puyosa, pakar jejaring sosial dan modal sosial, mengatakan, “masalah tindak kekerasan di Amerika Latin takkan dipecahkan dengan peta daring,” yang berguna dalam batas tertentu karena ketiadaan informasi.

Dampak jejaring sosial

Hubungan antara layanan situs dan teknologi inovatif lain, seperti ponsel, mendukung laporan kejahatan daring. Menurut informasi dari Tendencias Digitales, 27 persen akses internet dianggit dengan ponsel di negara seperti Venezuela, dan sebagian besar warga kota memakai telepon pintar untuk melaporkan kejahatan atau kondisi lalu-lintas, melalui Twitter.

Faktanya, Amerika Latin adalah benua kedua di dunia yang penduduknya menggunakan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter setelah Amerika Utara, menurut SocialTimes, sumber informasi tentang media sosial.

Pada Juli 2011, Web 2.0 Ranking yang dilakukan Tendencias Digitales mencatat Chile, Brazil, dan Venezuela sebagai negara-negara ketiga tertinggi di Amerika Latin untuk penggunaan media sosial.

“Kami lebih cenderung membagi dan memberi perhatian kepada apa yang orang utarakan. Sebagai contoh, penetrasi Facebook, diukur dari persentase penduduk, 26 persen di Amerika Latin dibandingkan 20 persen seluruh dunia. Perbandingan serupa untuk menghitung pemakaian Twitter, kami mendapatkan data penetrasi Facebook di Venezuela sebesar delapan persen dibandingkan tiga persen Amerika Latin dan sisanya dunia,” kata Méndez, mengutip hasil studi itu.

Akun Twitter seperti @SINviolenciaMX (Mexico bebas kekerasan) membantu perkembangan pengguna jejaring tempat orang dapat mengunggah dan menerima informasi tentang daerah kejahatan atau kemacetan lalu-lintas.

Namun Puyosa mengingatkan pesan dari telepon pintar atau jejaring sosial takkan dianggap sebagai laporan kejahatan “sebenarnya”.

“Pengaduan kejahatan yang efektif, dengan tujuan menumbuhkan respon penegakan hukum, harus dibuat secara resmi di kantor polisi. Korban mungkin meluapkan perasaan frustasi via Twitter atau Facebook, tapi itu bukan sarana efektif untuk melaporkan kejahatan,” katanya.*

*Ikuti akun Twitter José Domingo @jdguariglia.

Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s