Mikroblogger China Gapai Kebebasan

Oleh Gordon Ross

BEIJING (IPS) – PERTUMBUHAN pesat legiun mikroblogger di China menjadi lawan sepadan terhadap upaya pemerintah untuk memantau, mempengaruhi, dan menyensor informasi internet yang meluas di negara tersebut. Upaya pemerintah gagal membendung luapan kemarahan dan kesedihan setelah terjadi kecelakaan kereta api baru-baru ini di Wenzhou.

Mikroblog, disebut weibo di China, menjadi sumber informasi yang kian populer di sini dan forum penting bagi debat publik. Seperti Twitter dan Facebook –keduanya diblokir di China– ia membatasi jumlah karakter dalam sebuah pesan, dan sesama pemakai dapat mengirim ulang serta mengomentari posting. Isi pesan berkisar dari hal-hal biasa sampai yang lucu dan politis.

Lebih dari setengah milyar penduduk China memakai internet, dan lebih dari separuh dari jumlah itu pengguna mikroblog. Dua perusahaan mendominasi layanan mikroblog. Sina Holdings Ltd., dengan layanan Sina Weibo-nya, memiliki 140 juta pengguna. Sementara Tencent Inc., jumlahnya lebih dari 200 juta. Pengguna Sina berasal dari kelompok berpendidikan baik dan berpendapatan tinggi, sementara pengguna Tencent umumnya anak muda.

Beberapa lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara punya akun mikroblog –bahkan organ Partai Komunis, People’s Daily, memanfaatkan weibo. Namun sebagian besar pengguna adalah masyarakat biasa yang mencari sebuah forum untuk bersosialisasi dan bertukar informasi –bahkan untuk apa yang sering dianggap topik sensitif di China.

“Semakin banyak orang mengungkapkan pendapat tentang kesejahteraan rakyat, keadilan, dan korupsi (dalam mikroblog),” ujar Jiang Shenghong, peneliti Tianjin Academy of Social Sciences, kepada IPS. “Layanan jaringan sosial, khususnya weibo, telah menjadi metode sangat penting bagi mereka untuk mengeluarkan dan mencurahkan pendapat mereka. Mereka dapat menyampaikan informasi dengan cepat, tepat waktu, dan relatif bebas.”

Pengaruh mikroblog pada pemerintah menjadi kian jelas, terutama sejak kecelakaan kereta api di Wenzhou. Topik-topik sensitif sering dibahas dalam mikroblog, termasuk penyerobotan lahan, pembongkaran rumah, dan korupsi pemerintah. Tapi perbincangan mengenai kecelakaan di Wenzhou telah menunjukkan betapa kuat pengaruh mikroblog –dan juga suara netizen yang menggunakannya.

Pada 23 Juli 2011, dua kereta supercepat bertabrakan di dekat kota Wenzhou, di provinsi Zhejiang, menewaskan 40 orang dan melukai hampir 200 orang. Kecelakaan ini, dan penanganan pemerintah, memicu luapan kesedihan dan kemarahan di antara rakyat China. Yang menyakitkan bagi netizen adalah bagian dari bangkai kereta dikuburkan sebelum penyelidikan penuh dilakukan.

Dalam lima hari, 26 juta pesan tentang tragedi itu diposkan pada layanan mikroblog besar di China, mempertanyakan respon pemerintah. Beberapa pesan mempertanyakan apakah pemerintah mengorbankan kehidupan rakyat demi pertumbuhan ekonomi.

Awalnya media milik pemerintah fokus pada kisah bayi-bayi yang diselamatkan dan baru kemudian melaporkan gangguan publik. Dua minggu kemudian pemerintah meminta media untuk menghentikan pemberitaan kecelakaan kereta yang bukan bersumber dari Xinhua News Agency, kantor berita pemerintah. Beberapa suratkabar, dipengaruhi aktivitas weibo, menolak perintah tersebut.

Pemerintah terus memantau diskusi di weibo dan diam-diam mengerahkan pasukan virtual kecil untuk mengomentari web sesuai garis partai. Komentator web ini beroperasi secara anonim dan menyebarkan argumen yang benar secara politik. Banyak dari mereka melakukannya demi uang, tulis laporan media internasional baru-baru ini, menyusup ke blog-blog, situs berita, dan obrolan ruang maya (chat room).

Menurut laporan media, sebagian mata-mata virtual ini adalah pelajar yang mencari penghasilan tambahan atau peluang menjadi anggota partai. Lainnya, pegawai negeri, pegawai pemerintah atau pensiunan yang melakukannya demi apa yang mereka anggap tugas patriotik. Jumlahnya puluhan ribu, menurut sebuah berita. Tahun lalu, Global Times, suratkabar pemerintah, melaporkan bahwa provinsi Gansau berusaha merekrut 650 komentator web penuh-waktu guna “memandu opini publik dalam isu-isu kontroversial.” Pemerintah terkadang secara terbuka menyensor informasi, menghapus komentar sensitif, atau menghalangi para komentator kontroversial.

Pertarungan arus informasi itu tak mengoyahkan para netizen. Sesudah kecelakaan Wenzhou, aliran pesan mengalahkan upaya sensor, yang memungkinkan sebagian besar pesan mengalir secara bebas di internet. Pesan itu menyebar terlalu cepat untuk pemantauan yang efektif, dan pemerintah menghitung reaksi yang jauh lebih besar jika menghapus pesan secara massal. Banyak pesan yang dihapus justru tetap tampil karena laman gambar (screenshot).

Tekanan dari para mikroblogger memaksa pejabat Wenzhou meminta maaf dan menarik instruksi agar pengacara lokal tak menerima kasus dari keluarga dan korban tanpa izin pemerintah. Dan setelah pengguna weibo menuduh pemerintah lokal menutup-nutupi kecelakaan itu, bangkai kereta yang sudah dikubur digali kembali untuk analisis.

Hu Yong, asisten profesor di Peking University School of Journalism and Communication, mengatakan weibo dapat menjadi perangkat efektif bagi masyarakat biasa untuk berkomunikasi dengan pemerintah.

“Meningkatnya popularitas layanan media sosial, seperti weibo, merupakan hal terbaik di China, karena sedikit peluang bagi masyarakat umum untuk berbicara dengan pejabat secara langsung,” ujar Hu kepada IPS. “Weibo memberi mereka kesempatan untuk mengkritik tindakan pemerintah yang lamban, dan mereka dapat menyampaikan informasi saat terjadi sesuatu, yang memaksa pemerintah untuk menanganinya.”

Namun Hu menambahkan, “Pemerintah pusat mengontrol internet di China. Anda perlu tahu itu. publik takkan bisa mengatakan apapun yang mereka inginkan.” *

Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s