Nobel Lingkungan bagi Aktivis Sungai

Oleh Johanna Treblin

PBB (IPS) – SEORANG pastor Katolik dari Filipina, ibu tiga anak dari Argentina, dan pendiri LSM Friends of Lake Turkana (FoLT) di Kenya punya satu kesamaan: mereka bantu memotivasi masyarakat lokal di daerah mereka untuk melindungi lingkungan alam sekitar dan membela hak-hak mereka.

Senin lalu, Edwin Gariguez, Sofia Gatica, dan Ikal Angelei, bersama tiga aktivis akar-rumput lainnya, dinyatakan sebagai pemenang dari apa yang disebut Nobel Lingkungan. Ma Jun dari China, Evgenia Chirikova dari Rusia, dan Caroline Cannon dari AS menerima Anugerah Lingkungan Goldman 2012.

Air adalah fokus khusus dari penghargaan tahun ini, dengan dua pemenang adalah aktivis sungai yang luar biasa.

Salah satunya Ikal Angelei. Penghargaan itu dia dapatkan pada saat penting dalam perjuangannya menghentikan pembangunan bendungan raksasa Gibe III di Ethiopia, yang akan memblokir akses air untuk masayarakat adat di sekitar Danau Turkana.

Dengan proyeksi biaya sebesar 1,7 milyar dolar (setara Rp 15,3 trilyun), bendungan Gibe III di hulu Sungai Omo, mulai dibangun pada 2006, merupakan pekerjaan infrastruktur tunggal terbesar di Ethiopia dan diperkirakan menghasilkan listrik 1,800 MW.

Sungai Omi memasok hingga 90 persen dari total air yang mengalir ke Danau Turkana, sementara 10 persen lainnya berasal dari Turkwel dan Kerio.

Menurut Jeffrey A. Gritzner, profesor geografi di Universitas Montana, AS, akan terjadi penyusutan tingkat permukaan air danau hingga 10 sampai 12  meter begitu bendungan mulai beroperasi.

“Bahkan penurunan sedikit saja hingga lima meter akan menganggu luapan air, menyebabkan penurunan air danau yang meningkatkan kadar garam. Ini akan menghancurkan berbagai kepentingan komesial yang signifikan di seputar danau termasuk industri perikanan dan pariwisata,” ujar Gritzner, anggota Kelompok Kerja Sumber Daya Afrika (ARWG).

Ikal Angelei mendirikan FoLT pada 2008. Merespon masukannya, Agustus tahun lalu, parlemen Kenya menyampaikan sebuah resolusi ke pemerintah yang menuntut penilaian lingkungan independen dari Ethiopia.

Komisi Pusaka Dunia UNESCO juga merespon permintaan itu dengan menyampaikan sebuah resolusi untuk menghentikan pembangunan bendungan sampai penyelidikan lebih lanjut.

Bank Dunia dan Bank Pembangunan Afrika sedang mempertimbangkan untuk mendanai saluran transmisi itu yang akan membantu penyelesaian pengerjaan bendungan, dan Ikal kini menekan kedua bank tersebut agar tak mendukung proyek ini.

Wartawan China dan direktur Institute of Public & Environmental Affairs (IPE) Ma Jun menerima Penghargaan Lingkungan Goldman 2012 untuk terbentuknya transparansi lingkungan di China, yang baru kali ini terjadi, dan memberdayakan warga China untuk menuntut keadilan atas polusi industri.

Pada 1999, Ma Jun menerbitkan buku China’s Water Crisis, yang menelanjangi polusi serta dampak dan perubahan bendungan bagi kesehatan sungai  di seluruh China.

“Ma Jun dan Ikal Angelei hidup dan bekerja dalam konteks berbeda dan mengambil pendekatan berbeda dalam pekerjaan mereka atas nama air yang sehat dan masyarakat yang sehat,” kata Jason Rainey, direktur LSM International Rivers, berbasis di San Francisco, kepada IPS.

“Namun, mereka memiliki strategi kreatif yang bisa menyuarakan secara efektif tentang krisis sungai-sungai di dunia dan pemahaman tajam tentang bagaimana bekerja dari “hulu” untuk mempengaruhi para pengambil keputusan yang seringkali berada jauh dari dampak akibat keputusan mereka.”

“Keduanya mengakui bahwa ekologi dan ekonomi ‘berkelanjutan’ tak akan dapat dicapai jika masyarakat gagal mengurus sungai-sungai sumber kehidupan kita,” dia menambahkan.

Penghargaan Lingkungan Goldman didirikan pada 1990 oleh pemimpin sipil dan filantopis asal San Francisco, Richard N. Goldman, dan istrinya, Rhoda H. Goldman, yang merupakan keturunan Levi Strauss.

Richard Goldman mendirikan perusahaan asuransi Goldman Insurance dan Risk Management, dan bersama istrinya membentuk Richard and Rhoda Goldman Fund pada 1951.

Penghargaan ini diberikan kepada enam individu setiap tahun, masing-masing dari benua berbeda (Afrika, Asia, Eropa, Kepulauan dan Negara Kepulauan, Amerika Utara, serta Amerika Tengah dan Selatan). Sejauh ini lebih dari 150 individu dari lebih 80 negara telah mendapatkannya.

Nobel Lingkungan telah diberikan kepada aktivis sungai lainnya sebelumnya, termasuk wartawan China Dai Qing yang mendapatkan Penghargaan Goldman pada 1993, terutama untuk penulisan dan pengorganisasian yang mendorong transparansi dan kritik terhadap Bendungan Three Gorges di Sungai Yangtze, China.

Aktivis lingkungan dari Chile, Juan Pablo, mendapatkan penghargaan itu pada 1997 atas aktivisme melawan kerusakan ekologis dari serangkaian proyek pembangunan bendungan di Sungai Biobío.*

 

Translated by Fahri Salam
Edited by Budi Setiyono
Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s