Tak Tertarik Matematika

Oleh Ahlul Fadli

Dumaria Siagian, Alumni Matematika FMIPA UR ‘06 Pemuncak Universitas Wisuda Sarjana Ke-85. Foto Istimewa.

USMAN MANAN, Kepala Biro Admi­nistrasi Akademis dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Riau diberi tugas membacakan nama-nama pemuncak universitas saat acara wisuda, Sabtu (24/7). Nama pertama yang disebut Dumaria Siagian. Ia mahasiswi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2006. Ya, Duma—panggilan akrabnya—pemuncak tertinggi universitas. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya 3,94. “Saya tak sangka bisa jadi pemuncak.”

Skripsi Duma berjudul Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Fuzzy Penuh dengan Perkalian Silang (Cross Product). Waktu pengerjaannya 4 bulan. “Judul ini dari pembimbing. Sebagian bahannya sudah ada,” akunya.

Meski begitu, tak berarti pengerjaannya mulus. Kendala utama, “Referensinya sedikit.” Namun ia tak putus asa. Seniornya, Yeni—kini sedang kuliah di Malaysia—bersedia membantu. “Saya berkomunikasi lewat facebook saja.” Untuk pembimbing, Duma mengaku tak begitu sulit bertemu. “Biasanya jauh-jauh hari saya sudah buat janji. Kalau berhalangan, saya cari celah untuk bertemu,” ujarnya membeberkan trik berjumpa pembimbing.

“Kami sering diberi tugas oleh mentor matematika. Dan saya selalu terlambat selesai dari teman-teman lain.”

“Saya dulu tak suka matematika,” aku alumni SMA Negeri 8 Pekanbaru ini. Ia mulai tertarik ketika ikut bimbingan belajar saat duduk di kelas 3 SMA. “Kami sering diberi tugas oleh mentor matematika. Dan saya selalu terlambat selesai dari teman-teman lain.”

Sejak itu, Duma sering mengerjakan soal-soal matematika di rumah. Ia jadi ketagihan. Ketika masuk kuliah, Duma pun memilih jalur Penelusuran Bibit Unggul Daerah (PBUD) bidang Matemarika FMIPA UR. Ia diterima.

Selama kuliah, Duma mengaku jarang belajar di rumah. “Yang penting mengikuti setiap materi kuliah.” Trik lainnya, ketika ada tugas kuliah, langsung dikerjakan. “Biasanya saya selesaikan tugas di kampus.” Hal terpenting, menurut Duma, harus menyenangi mata kuliahnya. “Kalau sudah begitu, akan mudah memahami pelajaran.” Di samping itu, Duma juga sering membaca di pustaka Jurusan Matematika. “Untuk tambah pengetahuan.”

Kini Duma telah bergelar sarjana. Hal pertama yang dilakukannya setelah wisuda: mengajukan lamaran ke Cevron Pasifik Indonesia. Sementara orang tua ingin ia melanjutkan pendidikan S-2 ke Institut Teknologi Bandung. “Kalau tak lulus di CPI, saya ingin jadi pengusaha.” ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s