Kepentingan Politis Himagrotek

TIGA Juni 2010. Pemukulan terjadi di ruang Kakao Faperta Universitas Riau (UR). Suwito, Komisi I BLM Faperta, jadi korban. Apapun itu, pemukulan jelas melawan hukum.

Mari lihat runut masalahnya. Berawal dari terpilihnya Faisal Fajri sebagai ketua sementara Himpuanan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek), lewat rapat 17 Mei 2010. Beberapa hari setelahnya, BLM taja mediasi. BLM mempertanyakan hasil rapat itu. Beberapa poin yang dihasilkan, antaranya pembentukan panitia dan pelaksanaan Mubes.

Menurut BLM, pembentukan kepengu­rusan harus melalui Mubes. Faisal tak terima. Ia tak hadir saat rapat mediasi yang digelar BLM. Selain sedang kuliah, ia mempertanyakan mediasi. Menurut Faisal, dengan digelarnya Mubes Agroteknologi, artinya BLM tak mengakui hasil rapat 17 Mei 2010.

Menarik melihat fenomena yang hadir. Benarkah mekanisme pemilihan Faisal sesuai  aturan? Kenapa BLM adakan mediasi setelah Faisal terpilih jadi ketua sementara Himagrotek?

Perlu kita cermati. Pertama, apakah rapat yang diadakan saat pemilhan Faisal itu, sudah sesuai Pedoman Umun Organisasi Kemahasiswaan (PUOK) Faperta. Karena, pada BabVII pasal 16, tentang Sidang Musyawarah Himpunan Mahasiswa, pemilihan ketua harus lewat Musyawarah Besar (Mubes). Jika memang rapat itu bukan Mubes, kenapa Faisal ngotot menyatakan pemilihan ketua sementara itu sah?

Kedua, kenapa BLM gelar mediasi setelah lahirnya ketua sementara Himagrotek. Bukankah, saat sidang paripurna Februari 2010 soal Himagrotek pernah dibahas. Satu lagi, saat coffee morning April lalu, BLM juga diamanahkan secepatnya memfasilitasi agar Himagrotek terbentuk. Kenapa setelah Faisal terpilih, BLM baru sibuk, dan tak mengakui hasil rapat 17 Mei 2010?

Terlepas, dua poin diatas benar dan salah, kita sadar Himagrotek punya potensi suara yang besar dalam Pemilihan Raya (Pemira) kelak. Ini sisi politisnya.

Mungkin, inilah kenapa Faisal ngotot mengatakan pemilihan dirinya sah. Mungkin juga, BLM punya kepentingan dalam prebutan posisi ketua Himagrotek. Sehingga taja mediasi dan menghasilkan Mubes, yang notabene pemilihan ketua kembali.

Jelas sudah kepentingan politis apa yang ada di balik peristiwa ini. Nah, kini tujuan berorganisasi mesti diluruskan. Organisasi adalah ajang mencurahkan berbagai kreatifitas positif. Bukan rebutan kekuasaan. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s