Pasti Ada Perubahan

Herman Abdullah, Walikota Pekanbaru

Bagaimana melihat kemiskinan di kota Pekanbaru?
Dimana-mana kemiskinan itu ada. Hanya beda kota dan kabupaten, jika di kabupaten, yang miskin mungkin semangatnya, karena secara ekonomi dia orang berada. Punya sawah, rumah mereka lumayan, ada sebidang tanah untuk sayur, dan tidap rumah ada kelapa.

Kalau di kota, serba ndak ada sama sekali. Dan dia makan, kalau di kampung pasti tiga kali, dan di kota dua kali. Kadang sekali sehari sudah bagus. Nah, merekalah yang rumah dari lantai tanah, dindingnya papan, atapnya dari rumbia. Jadi kita melihat pada survei 2004 litbang provinsi Riau, Pekanbaru dari jumlah penduduk 675 ribu jiwa, kemiskinannya 10,8%. Penduduk Pekanbaru setiap tahunnya bertambah. Sekarang saja hasil sensus 908.000 ribu jiwa, dan angka kemiskinan sekarang 4,5 persen lah.

Jadi?
Turun secara kenyataan. Tahun 2005, Pemko programkan penanggulangan kemiskinan. Ini terkait kebijakan pemerintah pusat. Bagaimana membebaskan atau menekan angka kemiskinan. Menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga yang menganggur. Jadi kemiskinan di kota Pekanbaru ini, dari hasil survei berkurang dengan adanya beberapa program.

Migrasi salah satu penyebab kemiskinan?
Kita harapkan orang yang datang ke Pekanbaru, orang yang punya uang lah, jangan orang miskin semua. Kalo orang miskin yang datang, teraniaya orang tempatan. Jadi yang kita bantu utama yang sudah bertungkus lumus di Pekanbaru.

Masalah pedagang jagung di MTQ?
Ya, masih maju mundur-maju mundur. Kalau ada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dia ndak maju, pukul 22.00 dia maju lagi. Ini perlu kita tertibkan. Jadi kita minta pedagang jagung, ya tertiblah, jangan seenaknya saja. Kalau mencari makan ya silahkan. Tapi jangan ganggu orang, kan mengganggu ketentraman. Bagi orang yang beli jagung tidak mengganggu. Tapi bagi yang berlalu-lintas itu mengganggu.

Beberapa pedagang jagung, mereka mau pindah tapi lengkapi fasiltas di sana?
Penerangan sudah ada, dia penyakitnya kasih penerangan dipecahkannya. Dia lebih senang gelap-gelap di situ. Kalau masalah harga sewa, sewanya tidak mahal, itu alasan mereka saja.

Menurut data BPS pertumbuhan ekonomi pekanbaru 8,8 persen, ada kalangan katakan tak seimbang dengan penurunan penduduk miskin?
Saya rasa, untuk katakana seperti itu, samplenya harus dicari yang objektif. Jangan ke orang miskin aja, orang kaya juga, kalo hanya orang miskin tentu miskin yang dapat, dikombinasikan antara miskin dengan yang kaya. Misal dia dulu kaya, sekarang miskin atau tidak. Atau sedang-sedang saja.  Pasti ada perubahanlah. (Aang dan Fadli) ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s