Sukanda Mundur

EMPAT bus dan puluhan sepeda motor beriringan datangi gedung Rektorat Universitas Riau (UR). Sebagian menggunakan pakaian putih hitam. Hari itu (29/9), seratusan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UR lakukan aksi di depan gedung Rektorat.

Unjuk rasa civeitas akademika FH menuntut Sukanda Husin mundur. Foto oleh anggota BEM FH

Pukul 10.30 Heriyanto, mantan ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) UR melakukan orasi. “Kami ingin menuntut janji dari Rektorat untuk memberhentikan Sukanda Husin sebagai Dekan Fakultas Hu­kum dan dikembalikan ke Universitas Andalas, Padang,” teriaknya meng­gunakan toa. Orasi disusul beberapa mahasiswa lain.

Lantai dua gedung Rektorat. Para senator UR melakukan rapat senat tertutup. Bahasannya soal status Sukanda Husin. “Masalahnya, ijazah mahasiswa Hukum tak bisa ditanda tangani oleh pelaksana tugas. Harus Sukanda yang tanda tangan,” terang Usman Tang, salah satu senator UR.

Di tengah perdebatan anggota senat, para mahasiswa FH tetap melakukan aksi. Sekitar pukul 12.00, Rektor UR, Prof. Ashaluddin Jalil turun menemui mahasiswa. “Kita sepakat memberhentikan Sukanda dan mengembalikan ke universitas asalnya,” kata Ashaluddin.

Mahasiswa mendesak senat mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian Sukanda, saat itu juga. “Tak semudah itu. Kalian juga harus memikirkan nasib abang dan kakak kalian yang mau wisuda tapi ijazahnya masih tertahan,” jawab Ashaluddin dengan nada agak tinggi.

Mahasiswa diam sejenak. Mereka terima penjelasan rektor. Namun mereka sepakat tetap menindak lanjuti kasus ini sampai SK pemberhentian Sukanda keluar.

Menilik Peraturan Menteri Pendi­dikan Nasional Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2008 tentang Pe­ngangkatan Dosen dan Pember­hentian Dosen sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Fakultas pasal 13, “Tak semudah itu memberhentikan Sukanda,” jelas Usman Tang.

Menurutnya, senator UR sepakat memberhentikan Sukanda. Namun, mereka tak menemukan alasan yang tepat. Dalam Permen 67, alasan pemberhentikan pimpinan fakultas; permohonan sendiri, telah berusia 65 tahun, masa jabatannya berakhir, diangkat dalam jabatan negeri yang lain, dikenakan hukuman disiplin tingkat berat sesuai peraturan perundang-undangan, diberhentikan sementara dari pegawai negeri sipil, diberhentikan dari jabatan dosen, berhalangan tetap, sedang menjalani tugas belajar atau tugas lain lebih dari 6 bulan, cuti di luar tanggungan negara, hal lain yang ditentukan dalam peraturan perun­dang-undangan. “Dari semua alasan itu tak ada yang pas dengan Sukanda,” kata Usman Tang.

Jalan paling mudah, lanjutnya, Sukanda mengundurkan diri. “Ma­salahnya, apakah Sukanda mau?” kata Usman Tang. Akhirnya, alasan pem­berhentian Sukanda diserahkan ke senat fakultas. “Nanti diserahkan ke fakultas untuk memilih Dekan,” kata Ashaluddin Jalil.

Kamis (21/10), civitas akademika FH kembali lakukan aksi. Mahasiswa dan dosen silih ganti berorasi. Dalam orasi itu, mereka menolak Sukanda kembali ke FH.

Aksi ini dipicu, munculnya   statement Rektor di koran daerah, Riau Pos, akan diaktifkan kembali Sukanda di FH.

Akhirnya, 22 Oktober 2010, Sukanda ajukan surat pengunduran diri sebagai Dekan FH. Surat ini ditindaklanjuti Rektor, dengan mengeluarkan surat nomor 576/H.19/KP/2010 tanggal 23 Oktober 2010. Beberapa isinya menyebutkan memberhentikan dengan hormat Sukanda Husin sebagai Dekan dan mengangkat Gusliana HB, jadi Penjabat Dekan FH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s