Seminar Lingkungan Internasional

Oleh Giovani Gabreli

SELAMA dua hari (20-21/9) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Faperika) Universitas Riau (UR) menyewa Hotel Pangeran. Mereka bikin acara seminar antar bangsa. Faperika menggandeng Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) jadi partner. Deni Elfizon, Pembantu Dekan IV Faperika ditunjuk jadi ketua panitia seminar level internasional itu.

Seminar antar bangsa diadakan tiap tahun. “Ini tahun ketiga,” kata Deni. Pertama kali diadakan di Indonesia. Tahun berikutnya gantian di Malaysia. “Sekarang di Indonesia lagi,” lanjutnya. Tahun ini, tema yang diangkat seputar isu lingkungan. Spesifiknya soal ekologi, habitat manusia, sumber daya alam, dan lingkungan.

Total 83 paper disajikan. Dua dari pemakalah utama, 75 paper dipaparkan peserta, dan 6 paper berbentuk poster. “Pesertanya dari berbagai universitas di Malaysia dan Indonesia,” kata Deni. Berbagai topik dibahas peserta. Ada soal ekologi dan perubahan iklim, habitat manusia dan dampak terhadap lingkungan, dampak pencemaran terhadap ekologi dan habitat manusia, perubahan lingkungan dan ekosistem, serta berbagai langkah mitigasi dan adaptasi bencana terhadap lingkungan.

Pukul 09.00, acara dibuka oleh Rektor UR, Prof. Ashaluddin Jalil. Ia berharap seminar begini bisa terus digalakkan. “Ini poin tertinggi dari kegiatan akademis,” ujarnya saat berpidato. Pukul 10.15, Prof. Muchtar Ahmad, dosen Faperika UR menyampaikan makalahnya.

Topik bahasannya soal ekosistem pemukiman di kawasan pesisir Selat Malaka. Ia sedikit cerita sejarah. “Perubahan pemukiman ini sudah lama terjadi. Diawali adanya Selat Malaka itu sendiri.” Perubahan mencolok, kata Muchtar, terjadi saat teknologi berkembang pesat. “Timbullah pencemaran dari limbah kota maupun tumpahan minyak berulang kali.” Solusinya, lanjut Muchtar, perlu dilakukan penekanan pegkajian ke arah sosial ekologi dan ekologi ekonomi. Keduanya merupakan ilmu baru yang sedang berkembang.

Berikutnya giliran Jamaluddin Md. Jahi dari UKM yang menyampaikan makalahnya. Ia membahas soal perubahan lingkungan terhadap keselamatan manusia. Menurut pendapatnya, lingkungan banyak mengalami perubahan fisikal. “Penyebab utama karena pertumbuhan ekonomi. Dan itu berkaitan erat dengan hal lainnya.”

Siang hari sajian dari pemakalah utama usai. Setelah makan siang, dilanjutkan pemaparan dari para peserta. Ini berlanjut hingga hari berikutnya. Sedangkan makalah dalam bentuk poster, dipajang di sekeliling ruangan selama dua hari—dari pembukaan pagi hari hingga penutupan di hari berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s