Tambah Empat Guru Besar

Oleh Ahlul Fadli

DI RUANG Serba Guna Rektorat, Sabtu (25/9). Empat guru besar dikukuhkan. Prof. Dr. H. Sujianto, M.Si, Prof. Dr. Zulfan Saam, MS, Prof. Dr. Harlen, SE, MM, dan Prof. Dr. Kirmizi, SE, MBA., Ak.

Sujianto, dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) meraih predikat guru besar di bidang Kebijakan Publik. Ia dapat giliran pertama berpidato. Pidatonya berjudul Kebijakan Pemekaran Daerah di Provinsi Riau. Kenyataannya, pembentukan daerah otonom banyak menimbulkan masalah. “Baik hubungan antar daerah dengan pusat maupun hubungan masyarakat satu dengan masyarakat lainnya.”

Berikutnya Zulfan Saam. Guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bidang Ilmu Psikologi. Orasinya berjudul Penerapan Psikologi dalam Bidang Pendidikan. Ia menekankan pentingnya prinsip psikologi dalam pendidikan. Tujuannya agar perkembangan peserta didik optimal.

Harlen dari Fakultas Ekonomi (FE) mendapat giliran ketiga. Guru besar bidang Ilmu Ekonomi ini menyampaikan pidato berjudul Pembangunan Ekonomi dan Kesempatan Kerja di Daerah Riau. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Riau kurun waktu 2004-2008 berfluktuasi.

“Riau akan memasuki era the window of opportunity (jendela peluang). Jika peluang itu tak dimanfaatkan, akan berubah jadi ledakan pengangguran.” Kesimpulannya, kebijakan peningkatan penyerapan tenaga kerja oleh sektor industri perlu diambil untuk mengatasinya. Cara lain, “Belajar dari negara-negara yang berhasil menghadapi tekanan angkatan kerja.”

Satu lagi dosen FE yang dikukuhkan, Kirmizi. Bidang ilmunya Akuntansi Manajemen. Ia dapat kesempatan terakhir berpidato. Judul pidatonya Tinjauan terhadap Perkembangan Penerapan Corporate Governance di Indonesia.

Indonesia merupakan negara dengan perekonomian relatif kuat. Salah satu bukti, banyaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Namun yang selalu jadi bahasan berkaitan dengan eksistensi BUMN adalah perhubungan dengan kepemilikan perusahaan-perusahaan milik negara.”

Acara ditutup dengan pidato rektor UR. Dalam pidatonya, Prof. Ashaluddin Jalil menyampaikan setelah dilantik, para guru besar harus hadir dalam rapat senat. “Di UR saat ini sudah ada 44 guru besar. Tahun 2006 hanya ada 16 guru besar,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s