Dilema Tutupnya Dua Pagar

Keputusan pihak rektorat menutup akses jalan Bina Krida dan Bangau Sakti merupakan kebijakan yang boleh-boleh saja diambil. Mereka katakan penutupan pagar bertujuan menjaga keamanan di sekitar kampus. Tapi itu cacat proses. Mestinya ada dialog dulu antara UR dengan warga, mahasiswa, staf pengajar, atau karyawan.

Dari kelemahan itu, wajar bila kemudian muncul reaksi keras berupa penolakan dari warga masyarakat Bina Krida dan Bangau Sakti, serta mahasiswa. Pertimbangan mereka, UR punya banyak fasilitas umum, seperti masjid, balai kesehatan, TK, dan akan dibangun hospital akademik. Tentu harus ada akses jalan alternatif yang memungkinkan mahasiswa dan masyarakat sebagai pengguna sarana tersebut.

Salah satu alternatif solusi yang bisa diberikan, yakni membuka akses kedua jalan itu untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Karena saat ini banyak mahasiswa yang menggunakan sepeda motor. Terima kasih.

 

Adi Hamdani
Ketua BEM UR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s